0

Tips untuk Mahasiswa Baru (MABA) di Yogyakarta





Haloo anak MABA Jogja, ciieeeee mahasiswa baru ciiiee..

Yogyakarta memang merupakan salah satu kota yang memiliki banyak perguruan tinggi maupun swasta yang cukup terkenal. Tak salah hingga akhirnya Yogyakarta mendapatkan julukan sebagai kota pelajar. Bulan-bulan Juli, Agustus dan September bisa dikatakan sebagai bulan-bulan kedatangan Mahasiswa Baru (MABA) di kota-kota tempat mereka akan melanjutkan jenjang pendidikan tinggi. Rutinitas awal biasanya adalah mencari kos-kosan dan belanja barang-barang kebutuhan pribadi. 

Untuk Maba di Yogyakarta, saya akan coba share beberapa tips yang gak terlalu serius tapi juga bisa diperhitungkan *piye jal? :p
Kebetulan pertengahan tahun 2013 lalu saya pun merasakan atmosfir menjadi Maba di Yogyakarta, namun tidak terlalu merasakan hiruk pikuk adaptasi dan mempersiapkan banyak hal karena awal tahun 2013 sudah mulai menetap di Yogyakarta untuk bekerja. 

Tempat

Kalau boleh saya ringkas, ada beberapa tempat strategis yang harus diketahui Maba Yogyakarta (selain mall lho ya).

1. Mirota Campus : Ini adalah semacam swalayan yang menjadi favorit mahasiswa entah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, pakaian,  ataupun alat-alat tulis. Lokasinya pun tersebar di beberapa titik sehingga memudahkan Maba yang berdomisi di berbagai tempat berbeda. Harganya pun terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan swalayan atau minimarket lainnya. Patut kalian coba berbelanja di sini.
2. Kopma UGM : untuk Maba di UGM, harus sekali pernah berkunjung di Kopma UGM yang ada di jalan kaliurang kompleks kampus. Lokasinya tepat di pinggir jalan, jadi sangat strategis. Terlebih untuk maba yang ingin memborong pernik-pernik atau souvenir khas UGM seperti gantungan kunci, jaket, jas, topi, kaos, jam, stiker, hingga mug lucu. Biar keliatan kan kalau anak UGM. Hahaha.. Biasanya kalau pulang ke kota asal juga hobi memberikan cindera mata pada orang rumah berupa souvenir khas UGM seperti ini kan? jadi cuusss ke KOPMA UGM.
3. PROGO : merupakan swalayan khusus isi alat-alat rumah tangga yang komplet sekali. Jangan sampai bingung kalau ke sini ya, mau beli penggorengan? panci? kompor? kipas angin? semua banyak sekali jenis dan macamnya.
4. Jogja tronik : sejenis mall khusus gadget. Mungkin ada yang mau beli handphone dan laptop baru ataupun memperbaiki handphone dan laptop yang rusak, bisa coba ke JT. Counternya banyak... jadi tinggal pilih.
5. (referensi akan saya tambah kapan-kapan kalau ingat dan kalau ada kesempatan) :p

Kuliner

Selain suasana baru, masalah lain yang sering dikeluhkan adalah perihal citarasa makanan Jogja yang memang cenderung manis, bahkan sambal pun banyak yang manis. Terlebih untuk Maba asal Jawatimur atau kota-kota lain yang lidahnya sudah terbiasa dengan masakan gurih dan pedas, mungkin kalian butuh adaptasi lebih *puk-puk*
Kalau di Malang, berkunjung ke warung-warung lalapan tenda pinggir jalan yang meskipun sebelumnya kita belum tau track recordnya, kemungkinan besar rasanya tetap tidak akan mengecewakan (dalam artian sambalnya ya rasa sambal, gurihnya ya gurih beneran). Tapi situasi itu akan berbeda saat di Yogyakarta. Saya dan teman-teman yang terbiasa dengan suguhan gurih dan pedas, sering dikecewakan saat random mengunjungi warung lalapan tenda pinggir jalan. Keluhannya kebanyakan sama: Sambalnya manis dan tidak fresh. Dari situ akhirnya saya berinisiatif tanya2 dulu pada teman yang sudah lama di jogja, mana warung makan yang sambalnya recommended, setidaknya beneran pedas-lah.. Kemudian saya juga rajin googling, dan akhirnya muncul beberapa nama tempat makan yang saya setujui memang paling aman dikunjungi untuk pecinta sambal.

1. SS (Spesial Sambal) : warung makan yang sudah banyak tersebar di kota-kota. Terlebih di Jogja, tenang saja hampir setiap jalan besar sudah berdiri SS.
2. Bebek goreng Pak Slamet : ini juga oke banget. Belum pernah dikecewakan dengan sambal bawang khas Pak Slamet. 
3. Nasi Uduk Palagan : menu utamanya tentu nasi uduk. Tapi jangan salah, banyak sambel yang beneran sambel di sini. Silahkan dicoba.
4. (referensi akan saya tambah kapan-kapan kalau ingat dan kalau ada kesempatan) :p

untuk yang ingin menikmati santapan gudeg khas jogja yang juga tidak terlalu manis, bisa mencoba gudeg kulon Tugu yang buka malam hari. Lokasinya tidak jauh dari Tugu, sudah ada spanduk besarnya yang memudahkan untuk dikenali. Kalau makan di sini lesehan di depan toko lho yaa, yang ingin tempat mewah dan eksklusif jangan ke sini. Tapi kalau yang mau menikmati pemandangan jalan sudirman dan Tugu di malam hari, juga rasa gudeg yang maknyus, segerah melipir ke sini.

Tips lainnya adalah, untuk Maba putri yang mungkin hobi masak, dan sekiranya tempat kosnya memungkinkan untuk memasak, maka memasaklah. Kalau makanan di Jogja tidak banyak yang mampu memenuhi selera makanmu, maka masaklah sendiri. Saya termasuk yang lebih seneng masak sendiri kalau lagi pengen masakan2 rumahan. Selain lebih hemat, seneng aja bisa "rekreasi ke dapur" sambil mengasah kesiapan nantinya jadi istri dan ibu. Ihiii...

Jalan-jalan

Selanjutnya kita bahas tempat jalan-jalan di Yogyakarta. Fiuuh.. tentunya sudah pada tau kalau Jogja merupakan salah satu destinasi tempat wisata tahunan dari berbagai penjuru. Jadi jangan kaget nantinya kalau musim liburan, jalanan sentral Jogja bakalan rame, macet, dan ulala. Tempat rekreasi semacam Parangtritis, jalan Malioboro, Keraton, Alun-alun Utara dan Selatan, Masjid Gede, mungkin sudah sangat familiar ya. Jadi saya rekomendasi yang lain saja.

1. Deretan pantai di Gunung Kidul : ada buanyaaaakkkk pantai yang bisa dikunjungi di kawasan gunung kidul. Keindahannya tidak perlu kalian ragukan lagi. 
2. Kebun buah Mangunan dan hutan Pinus : Lokasinya satu dengan yang lain tidak terlalu jauh. Kalau ke kebun buah Mangunan, dari yang saya baca memang paling bagus waktu sunrise, tapi saya waktu ke sana sore hari, itupun gak kalah. Apalagi musim kemarau, pohon2 yang kecoklatan dan daun yang meranggas bikin suasana seperti ala-ala di Jepang.
3. Kota Gede: untuk yang ingin mencari perhiasan perak, paladium ataupun emas, kota Gede bisa dijadikan referensi. Di sini memang sentra pengrajin perak. Selain itu, banyak sudut kota yang terlihat "tua" namun asik untuk dijadikan tempat foto.
4. (referensi akan saya tambah kapan-kapan kalau ingat dan kalau ada kesempatan) :p


--------------------------------------------------------------------------

Teknologi pun sudah makin canggih ya, saya rasa GoogleMaps dan sosial media sangat bisa membantu mengenal Jogja lebih baik. Ada puluhan akun yang rajin mengupas kuliner Jogja di Instagram, begitupun blog-blog kuliner lainnya, apalagi lokasi-lokasi rekreasi. Selagi memungkinkan, rajin-rajinlah mengakses informasi tersebut, biar makin asik jadi penghuni baru Jogja.

Terakhir, selamat datang para Mahasiswa Baru dari segala institusi pendidikan di Yogyakarta. Semoga betah, dan saya yakin kebanyakan akan betah. Dengan segala lebih dan kurangnya, Yogyakarta memang kota berhati nyaman. Sudah saya buktikan! ^^



0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar....
Mari saling menginspirasi =)

Back to Top