0

Hening dalam Do'a dan Kata


Apa yang kalian imajinasikan saat aku tanyakan perihal fitrah?
Ialah kesucian, sifat asal, ataupun bagaimana sesuatu berjalan semestinya.


Apalah arti frase yang deras menghujani hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, pun detik demi detik. Memunculkan alinea yang berhubungan mesra kemudian disebut ‘Surat Cinta’. Tidak ada artinya ketika yang dituju tak kunjung membaca. Suratku mungkin tak pernah sampai. Suratku mungkin juga tak memiliki kata ‘kepada’.  Suratku pun mungkin kosong tanpa tulisan, hanya berisi satu tanda baca. Titik.


Aku sendiri masih mencari definisi. Bagaimana semestinya fitrah surat cinta yang ku sisipi ambisi. Ambisi yang masih harus diisi amunisi serupa do’a seorang perempuan untuk seorang laki-laki.

Jangan kira, rasa yang menjentik ini muncul serta merta. Berpikirlah persoalan lain, apa jadinya jika ikatan dipenuhi prasangka dan praduga? Ikatan yang susah digali definisi yang serupanya seperti apa.

Jika seorang laki-laki sudah memilih diam, seorang perempuan pun bisa memilih menciptakan keheningan. Dunia hening yang ia ciptakan mesra bersama do’a dan kata-kata.


I don't want to run away, but I can't take it, I don't understand (Daniel Bedingfield)

Dari Perempuan, untuk Laki-laki. 


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan berkomentar....
Mari saling menginspirasi =)

Back to Top